mungkin berguna buat kalian...rencananya posting yg sama ini akan ditambah (diperbarui/update) terus :
ttg bahasa :
kamus.net
translate.google.com
bioskop :
21cineplex.com
blitzmegaplex.com
Kamis, 11 Februari 2010
Jumat, 08 Januari 2010
dunia yang ideal
dunia yg ideal menurut saya :
- ramah lingkungan. berkali2 terbukti manusia sengsara akibat gaya hidupnya berlawanan dgn hukum alam.
- tanpa militer. kebanyakan manusia pro kebenaran & kemanusiaan, kok...
- ramah lingkungan. berkali2 terbukti manusia sengsara akibat gaya hidupnya berlawanan dgn hukum alam.
- tanpa militer. kebanyakan manusia pro kebenaran & kemanusiaan, kok...
Senin, 04 Januari 2010
saya warga dunia
judul posting ini pertama kali saya dapat dari ucapan paman Gober di komik Donal bebek.
ceritanya dia tidak terima tambang mineralnya di negara lain dinasionalisasi, yaitu diambil alih begitu saja o/ pemerintah setempat krn terletak di wilayah negara mereka & hanya boleh dimiliki penduduk asli negara tsb.
paman Gober berkilah bahwa ia warga dunia, bebas tinggal di daerah manapun di planet Bumi ini. jadi ia menolak dianggap orang asing di negara tsb.
pikiran serupa juga ada dlm benak saya. konsep negara, yaitu bahwa manusia tinggal terpisah dgn batasan2 geografis & hukum, buat saya aneh, konyol. saya yakin Bumi diciptakan sbg tempat tinggal makhluk hidup bernama manusia tanpa perlu membeda2kan.
adapun sekarang saya tinggal di Indonesia, serba slh juga :
kekayaan anugerah Tuhan & warisan budaya nenek moyang Nusantara sebetulnya cukup u/ menjalani kehidupan sehari2 & membesarkan bangsa ini di dunia.
tapi taraf hidup yg rendah di negara ini, berikut tekanan2 sosialnya juga (rasisme scr etnis, kesenjangan sosial, budaya korupsi & mental kerdil+pemalas, kemacetan lalu lintas) membuat saya yakin ingin tinggal di negara lain.
masalahnya, ya itu tadi : pindah tempat tinggal ke negara lain berarti harus melewati batasan negara, yaitu masalah kewarganegaraan (dokumen2), adaptasi dgn kehidupan di sana & mencari nafkah.
huhhh . . .
ceritanya dia tidak terima tambang mineralnya di negara lain dinasionalisasi, yaitu diambil alih begitu saja o/ pemerintah setempat krn terletak di wilayah negara mereka & hanya boleh dimiliki penduduk asli negara tsb.
paman Gober berkilah bahwa ia warga dunia, bebas tinggal di daerah manapun di planet Bumi ini. jadi ia menolak dianggap orang asing di negara tsb.
pikiran serupa juga ada dlm benak saya. konsep negara, yaitu bahwa manusia tinggal terpisah dgn batasan2 geografis & hukum, buat saya aneh, konyol. saya yakin Bumi diciptakan sbg tempat tinggal makhluk hidup bernama manusia tanpa perlu membeda2kan.
adapun sekarang saya tinggal di Indonesia, serba slh juga :
kekayaan anugerah Tuhan & warisan budaya nenek moyang Nusantara sebetulnya cukup u/ menjalani kehidupan sehari2 & membesarkan bangsa ini di dunia.
tapi taraf hidup yg rendah di negara ini, berikut tekanan2 sosialnya juga (rasisme scr etnis, kesenjangan sosial, budaya korupsi & mental kerdil+pemalas, kemacetan lalu lintas) membuat saya yakin ingin tinggal di negara lain.
masalahnya, ya itu tadi : pindah tempat tinggal ke negara lain berarti harus melewati batasan negara, yaitu masalah kewarganegaraan (dokumen2), adaptasi dgn kehidupan di sana & mencari nafkah.
huhhh . . .
Sabtu, 02 Januari 2010
belajar
setelah sekian lama mengamati & memikirkan, akhirnya saya mengerti mengapa orangtua & kebanyakan orang di dunia ini menganggap belajar formal (di sekolah) amat penting.
sayangnya, tampaknya mereka blm menyadari alasannya :
bukan ilmunya yg penting, krn ilmu bisa "basi", out of date, ternyata (!) tdk berguna di dunia kerja atau dunia nyata.
alasan mengapa pendidikan formal penting adalah krn di situ kita :
membiasakan diri bekerja keras u/ mencapai sesuatu, contohnya menghadapi ulangan
BELAJAR CARA BELAJAR, sehingga usai pendidikan formal, kita msh ttp mampu menambah ilmu walau sudah tak ada bimbingan guru resmi & fasilitas sekolah.
mengetahui alasan ini amat meningkatkan motivasi saya menjalani pendidikan formal.
sayangnya, tampaknya mereka blm menyadari alasannya :
bukan ilmunya yg penting, krn ilmu bisa "basi", out of date, ternyata (!) tdk berguna di dunia kerja atau dunia nyata.
alasan mengapa pendidikan formal penting adalah krn di situ kita :
membiasakan diri bekerja keras u/ mencapai sesuatu, contohnya menghadapi ulangan
BELAJAR CARA BELAJAR, sehingga usai pendidikan formal, kita msh ttp mampu menambah ilmu walau sudah tak ada bimbingan guru resmi & fasilitas sekolah.
mengetahui alasan ini amat meningkatkan motivasi saya menjalani pendidikan formal.
Jumat, 11 Desember 2009
dapat komisi dari membuat review
lumayan, nih... kita bikin review situs internet tertentu, biasanya komersil, lalu kita dibayar... reviewmu.com ini adalah perantaranya. memang slh satu syarat spy blog kita "laku" alias dpt banyak order adalah blog kita mesti cukup terkenal (traffic cukup tinggi). tapi bayarannya lumayan buat tambah2 kebutuhan hidup... hahaha...
dan enaknya lagi, reviewmu.com adalah situs asli Indonesia, dari bhsnya aja udah keliatan...hehe... jadi masalah pembayaran ga serumit situs luar yg pake jasa perantara paypal, aletpay, dsb... reviewmu.com lgsg bayar via transfer ke rekening bank yg kita tulis wkt pendaftaran.
yuk, yuk, yuk
Senin, 07 Desember 2009
masalah & “masalah”
Menurut saya masalah ada 2 macam : “yg alami” & “yg dibuat2”
Saya termasuk kumpulan manusia yg percaya bhw sebagian masalah memang bagian dari hidup manusia; maksudnya, masalah2 tsb memang sesuatu yg alami. Contohnya : gagal dlm berusaha, salah paham, dll. Masalah2 spt ini saya katakan sbg bagian dari hidup krn membuat kita berkembang sbg manusia, “memberi warna” hidup kita, bahkan akhirnya “membawa” berkat untuk kita.
Yg jadi persoalan, ada lagi masalah2 lain yg, sejauh saya lihat, dibuat2. Artinya, sebenarnya kita tdk perlu mengalami masalah itu krn sebenarnya dpt kita atasi atau bahkan kita cegah. Masalah itu terealisasi krn sifat(-sifat) buruk manusia : malas, serakah, gagal mengendalikan emosi, dsb. Inilah yg membuat hidup jadi terlalu berat
Jadi kita memang perlu membedakannya : apakah masalah(-masalah) yg tengah kita hadapi adalah “masalah alami” atau masalah yg sebenarnya tdk perlu ada. . .
Saya termasuk kumpulan manusia yg percaya bhw sebagian masalah memang bagian dari hidup manusia; maksudnya, masalah2 tsb memang sesuatu yg alami. Contohnya : gagal dlm berusaha, salah paham, dll. Masalah2 spt ini saya katakan sbg bagian dari hidup krn membuat kita berkembang sbg manusia, “memberi warna” hidup kita, bahkan akhirnya “membawa” berkat untuk kita.
Yg jadi persoalan, ada lagi masalah2 lain yg, sejauh saya lihat, dibuat2. Artinya, sebenarnya kita tdk perlu mengalami masalah itu krn sebenarnya dpt kita atasi atau bahkan kita cegah. Masalah itu terealisasi krn sifat(-sifat) buruk manusia : malas, serakah, gagal mengendalikan emosi, dsb. Inilah yg membuat hidup jadi terlalu berat
Jadi kita memang perlu membedakannya : apakah masalah(-masalah) yg tengah kita hadapi adalah “masalah alami” atau masalah yg sebenarnya tdk perlu ada. . .
Selasa, 17 November 2009
kaya - tajir
kita sudah terbiasa menyebut kondisi berkelimpahan harta duniawi sbg "kaya".
sebenarnya ini kurang tepat, karena seseorang bisa saja disebut "kaya" karena banyak melakukan perbuatan baik atau kaya akan ilmu pengetahuan.
nah, jadi saya memulai perlahan-lahan untuk menggunakan istilah dari bhs gaul Indonesia : "tajir" ,untuk kondisi berkelimpahan harta duniawi.
sebenarnya ini kurang tepat, karena seseorang bisa saja disebut "kaya" karena banyak melakukan perbuatan baik atau kaya akan ilmu pengetahuan.
nah, jadi saya memulai perlahan-lahan untuk menggunakan istilah dari bhs gaul Indonesia : "tajir" ,untuk kondisi berkelimpahan harta duniawi.
Langganan:
Postingan (Atom)